Menteri Erick Thohir Prediksi MotoGP Mandalika 2026 Gairahkan Ekonomi NTB
JAKARTA – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir optimistis penyelenggaraan MotoGP Mandalika pada tahun 2026 akan memberikan dampak ekonomi yang signifikan dan positif bagi perekonomian daerah, khususnya di Nusa Tenggara Barat (NTB). Pernyataan ini menggarisbawahi komitmen pemerintah dalam memanfaatkan event berskala internasional sebagai katalisator pertumbuhan ekonomi lokal. Ajang balap motor kelas dunia ini diyakini mampu menjadi motor penggerak sektor pariwisata serta membuka berbagai peluang usaha bagi masyarakat setempat.
“Dan saya rasa event-event ini membuktikan apa? Membantu ekonomi daerah,” demikian tegas Erick Thohir, menyoroti betapa besar potensi acara semacam ini dalam menstimulasi geliat ekonomi di tingkat lokal. Pengalamannya dalam mengelola berbagai event besar dan perannya di Kementerian BUMN yang membawahi Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) – pengelola Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika – memberikan bobot lebih pada pandangannya ini.
Dampak Ekonomi Berkelanjutan untuk NTB
Penyelenggaraan MotoGP Mandalika bukan sekadar pesta balap motor, melainkan sebuah investasi jangka panjang bagi kemajuan ekonomi NTB. Event ini menciptakan efek berganda yang terasa di berbagai sektor. Pertama, sektor pariwisata akan mendapatkan lonjakan signifikan. Ribuan penonton, baik domestik maupun internasional, dipastikan akan membanjiri NTB, menginap di hotel, berbelanja oleh-oleh, mencicipi kuliner lokal, dan mengunjungi destinasi wisata lainnya di sekitar Lombok. Hal ini secara langsung meningkatkan pendapatan bagi pelaku usaha akomodasi, transportasi, restoran, hingga pemandu wisata.
- Peningkatan kunjungan wisatawan asing dan domestik.
- Penyediaan lapangan kerja sementara dan permanen.
- Peningkatan pendapatan UMKM lokal.
- Pembangunan dan perbaikan infrastruktur penunjang.
- Promosi pariwisata NTB di kancah global.
Mendorong Pariwisata dan Peluang Usaha Lokal
Selain pariwisata, MotoGP Mandalika juga menjadi medan subur bagi pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Masyarakat setempat dapat memanfaatkan momentum ini untuk menjual produk-produk unggulan mereka, mulai dari kerajinan tangan, kain tenun tradisional, makanan khas daerah, hingga jasa-jasa pendukung lainnya. Inisiatif pelatihan dan pendampingan UMKM yang sering menyertai event besar seperti ini juga turut membantu meningkatkan kualitas produk dan kapasitas bisnis lokal.
Event semacam ini juga secara tidak langsung memacu pengembangan infrastruktur. Peningkatan aksesibilitas menuju sirkuit, perbaikan jalan, serta pembangunan fasilitas publik lainnya menjadi prioritas. Investasi infrastruktur ini tidak hanya mendukung event, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan daya saing daerah dalam jangka panjang. Promosi yang masif melalui media internasional juga menjadikan NTB semakin dikenal di seluruh dunia, membuka gerbang bagi investasi lebih lanjut dan peluang bisnis lainnya di masa depan.
Sinergi Multi-Sektor untuk Kesuksesan Event
Keberhasilan MotoGP Mandalika sebagai pendorong ekonomi daerah membutuhkan sinergi kuat dari berbagai pihak. Pemerintah pusat, pemerintah daerah, BUMN, swasta, dan masyarakat harus bekerja sama memastikan seluruh aspek pendukung event berjalan optimal. Dari logistik, keamanan, hingga promosi, setiap elemen memainkan peran krusial. Pendekatan holistik ini akan memastikan bahwa manfaat ekonomi yang dihasilkan tidak hanya bersifat sesaat, melainkan berkelanjutan dan merata.
Melalui upaya kolektif, MotoGP Mandalika diharapkan tidak hanya menjadi etalase bagi dunia balap motor, tetapi juga sebuah platform nyata untuk mengangkat potensi ekonomi dan pariwisata Nusa Tenggara Barat ke panggung global. Ini sejalan dengan visi pemerintah untuk menjadikan Indonesia sebagai destinasi wisata olahraga kelas dunia yang berkontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional. Informasi lebih lanjut mengenai pengembangan kawasan Mandalika dapat dilihat di situs resmi ITDC. (https://www.itdc.co.id/)
