Disnak Keswan Kaltim Kerahkan Tim Khusus, Pastikan Kelayakan Hewan Kurban Jelang Iduladha
Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnak Keswan) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) bersama dinas terkait di tingkat kabupaten dan kota telah menerjunkan tim khusus. Langkah ini diambil untuk memastikan kelayakan dan kesehatan hewan kurban menjelang perayaan Iduladha 1447 Hijriah. Pengawasan dilakukan secara menyeluruh dan komprehensif, mencakup berbagai tahapan mulai dari lapak pedagang, tempat penggemukan hewan, hingga lokasi penyembelihan di masjid-masjid dan rumah potong hewan (RPH).
Upaya proaktif ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk menjamin keamanan pangan asal hewan serta kelancaran pelaksanaan ibadah kurban bagi masyarakat. Dengan pengawasan ketat, diharapkan hewan kurban yang disembelih benar-benar memenuhi syarat kesehatan dan syariat Islam, sehingga daging yang didistribusikan aman untuk dikonsumsi.
Pengawasan Komprehensif dari Hulu ke Hilir
Tim gabungan yang diterjunkan Disnak Keswan Kaltim bekerja secara terstruktur untuk memastikan setiap aspek kelayakan hewan kurban terpenuhi. Proses pengawasan ini dimulai jauh sebelum hari H penyembelihan dan berlanjut hingga pasca-penyembelihan. Beberapa fokus utama pengawasan meliputi:
- Pengecekan di Lapak Pedagang dan Peternakan: Tim melakukan inspeksi kondisi fisik hewan, memastikan tidak ada tanda-tanda penyakit menular, serta mengecek usia hewan yang akan dikurbankan sesuai dengan syariat.
- Verifikasi Dokumen Kesehatan: Memastikan hewan memiliki surat keterangan sehat dari dokter hewan berwenang, terutama bagi hewan yang didatangkan dari luar daerah, untuk mencegah masuknya penyakit dari wilayah lain.
- Pemantauan Kesehatan di Tempat Penampungan: Selama hewan berada di penampungan sementara atau lapak penjualan, tim secara berkala memantau kesehatan hewan, ketersediaan pakan, dan kondisi lingkungan kandang.
- Inspeksi Sebelum dan Sesudah Penyembelihan: Di lokasi penyembelihan, baik di masjid maupun RPH, tim memeriksa kondisi hewan sebelum disembelih (ante-mortem) dan organ-organ vital setelah disembelih (post-mortem) untuk mendeteksi kelainan atau penyakit.
Plh Kabid Kesmavet Disnak Keswan Provinsi Kaltim, Dyah, menegaskan bahwa koordinasi dengan dinas di tingkat kabupaten/kota sangat vital dalam menjangkau seluruh titik pengawasan. Ini memastikan bahwa standar kesehatan hewan kurban diterapkan secara merata di seluruh wilayah Kaltim. Pengawasan menyeluruh ini bertujuan tidak hanya untuk memenuhi aspek kesehatan, tetapi juga memberikan ketenangan bagi masyarakat yang akan beribadah kurban.
Penjaminan Kesehatan Hewan Kurban untuk Keamanan Pangan
Aspek kesehatan hewan kurban menjadi prioritas utama guna menjamin keamanan pangan dan mencegah penyebaran penyakit zoonosis, yaitu penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia. Beberapa penyakit yang sering menjadi perhatian dalam pengawasan hewan kurban antara lain penyakit mulut dan kuku (PMK), lumpy skin disease (LSD), antraks, dan cacing hati. Pemeriksaan ketat dilakukan untuk memastikan hewan bebas dari penyakit-penyakit tersebut.
Selain itu, tim juga memastikan hewan kurban tidak mengalami stres berlebihan selama perjalanan atau di tempat penampungan, karena kondisi stres dapat mempengaruhi kualitas daging. Pemberian pakan yang cukup dan air minum yang bersih juga menjadi bagian dari perhatian pengawas untuk memastikan hewan tetap sehat hingga waktu penyembelihan.
> “Tujuan utama pengawasan ini adalah untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat bahwa hewan kurban yang mereka pilih untuk ibadah adalah hewan yang sehat, layak, dan bebas dari penyakit,” ujar Dyah. “Ini adalah upaya tahunan yang selalu kami tingkatkan kualitasnya.” ([Kementerian Pertanian Republik Indonesia](https://pertanian.go.id/) secara rutin mengkampanyekan pentingnya kesehatan hewan ternak).
Peran Aktif Pemerintah Daerah dan Kolaborasi Menuju Iduladha Berkah
Keterlibatan pemerintah daerah, baik provinsi maupun kabupaten/kota, menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung pelaksanaan Iduladha yang aman dan lancar. Kolaborasi antar instansi tidak hanya terbatas pada Disnak Keswan, tetapi juga melibatkan unsur terkait seperti kepolisian, satpol PP, dan tokoh masyarakat untuk memastikan ketertiban dan kelancaran proses pengawasan.
Upaya ini sejalan dengan arahan pemerintah pusat yang menekankan pentingnya menjaga kesehatan hewan ternak nasional, terutama pada momen-momen krusial seperti Iduladha. Edukasi kepada peternak dan pedagang mengenai praktik beternak yang baik serta penanganan hewan kurban yang higienis juga menjadi bagian tak terpisahkan dari program pengawasan ini.
Seruan kepada Peternak, Pedagang, dan Masyarakat
Disnak Keswan Kaltim juga mengimbau kepada seluruh peternak dan pedagang hewan kurban untuk selalu kooperatif dengan tim pengawas. Mereka diminta untuk melaporkan jika ada hewan yang menunjukkan gejala sakit atau membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut. Pentingnya kejujuran dalam berdagang juga ditekankan demi menjaga kepercayaan masyarakat.
Bagi masyarakat yang akan berkurban, disarankan untuk memilih hewan dari lapak atau peternak yang terpercaya dan memiliki surat keterangan sehat. Apabila menemukan hewan yang dicurigai sakit, masyarakat dapat segera melaporkannya kepada petugas Disnak Keswan terdekat. Partisipasi aktif semua pihak akan sangat membantu dalam memastikan kelayakan hewan kurban dan kesuksesan Iduladha 1447 H di Kaltim.
Dengan pengawasan yang ketat dan partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat, diharapkan perayaan Iduladha di Kalimantan Timur dapat berjalan lancar, penuh berkah, dan menghasilkan daging kurban yang sehat serta aman untuk dikonsumsi.
