Presiden Prabowo Subianto menyatakan optimisme tinggi terhadap posisi Indonesia sebagai “Raksasa Bangkit” (Rising Giant) di kancah global. Pernyataan visioner ini disampaikan saat meresmikan fasilitas perakitan kendaraan komersial listrik PT VKTR Sakti Industries di Magelang, Jawa Tengah, Kamis (9/4/2026), menandai momentum krusial dalam perjalanan kemandirian ekonomi dan pemanfaatan kekuatan sumber daya nasional.
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa kebangkitan Indonesia bukan sekadar impian, melainkan fase nyata yang sedang berlangsung. Momentum ini disebut sebagai bagian integral dari kebangkitan nasional yang ditopang oleh kemandirian serta kekuatan sumber daya alam yang melimpah dan sumber daya manusia yang kompeten. Fokus pemerintah saat ini adalah mempercepat hilirisasi industri dan menciptakan nilai tambah di dalam negeri, mengurangi ketergantungan pada produk impor, sekaligus memperkuat daya saing global.
“Kita punya segalanya. Tanah subur, laut kaya, dan yang terpenting, semangat serta kemampuan untuk bangkit,” ujar Presiden Prabowo, menggarisbawahi potensi besar yang dimiliki bangsa. Peresmian pabrik kendaraan listrik ini menjadi bukti konkret dari komitmen pemerintah untuk mendorong industrialisasi berbasis teknologi hijau, sejalan dengan agenda pembangunan berkelanjutan dan visi Indonesia Emas 2045.
Visi Indonesia sebagai ‘Rising Giant’ Global
Konsep “Rising Giant” yang digaungkan Presiden Prabowo bukan hanya sekadar retorika, melainkan cerminan dari proyeksi pertumbuhan ekonomi dan pengaruh geopolitik Indonesia di masa mendatang. Visi ini didasarkan pada beberapa pilar utama:
- Kemandirian Ekonomi: Mengurangi ketergantungan pada pihak asing melalui penguatan industri dalam negeri dan peningkatan produktivitas.
- Pemanfaatan Sumber Daya: Hilirisasi komoditas utama seperti nikel, bauksit, dan timah untuk menghasilkan produk bernilai tinggi, bukan sekadar bahan mentah.
- Inovasi Teknologi: Mendorong penelitian dan pengembangan, khususnya di sektor-teknologi hijau dan digital, untuk menciptakan produk dan layanan yang kompetitif.
- Peningkatan Kualitas SDM: Investasi besar-besaran dalam pendidikan dan pelatihan vokasi untuk menghasilkan tenaga kerja terampil yang siap menghadapi tantangan industri modern.
Pernyataan Presiden Prabowo ini tidak berdiri sendiri. Sejak awal masa pemerintahannya, ia kerap menekankan pentingnya kedaulatan ekonomi dan pangan, yang merupakan fondasi utama untuk mencapai status “Raksasa Bangkit”. Visi ini juga sejalan dengan upaya berkelanjutan pemerintah sebelumnya dalam memperkuat fondasi ekonomi nasional, termasuk melalui pembangunan infrastruktur dan deregulasi.
Peran Krusial Kendaraan Listrik dalam Kemandirian Industri
Peresmian fasilitas perakitan kendaraan komersial listrik PT VKTR Sakti Industries di Magelang menjadi simbol nyata dari arah kebijakan industri nasional. Kendaraan listrik (EV) dianggap sebagai salah satu sektor kunci yang dapat mendorong kemandirian energi dan mengurangi emisi karbon, sekaligus memanfaatkan cadangan nikel Indonesia yang melimpah sebagai bahan baku baterai.
“Investasi di sektor kendaraan listrik ini adalah langkah strategis. Ini bukan hanya tentang transportasi, tetapi juga tentang energi masa depan, tentang penciptaan lapangan kerja, dan tentang menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia mampu bersaing di garis depan teknologi,” tambah Presiden. Dengan produksi EV di dalam negeri, Indonesia dapat mengurangi impor kendaraan berbahan bakar fosil dan sekaligus menjadi pemain penting dalam rantai pasok global kendaraan listrik.
Strategi Pemanfaatan Sumber Daya Nasional
Pemerintah secara konsisten mendorong kebijakan hilirisasi untuk mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya alam Indonesia. Strategi ini bertujuan untuk mengubah komoditas mentah menjadi produk bernilai tambah tinggi di dalam negeri, yang pada gilirannya akan menciptakan lebih banyak lapangan kerja, meningkatkan pendapatan negara, dan memperkuat struktur industri nasional. Pabrik di Magelang ini, yang akan merakit kendaraan komersial listrik, adalah contoh konkret dari hasil kebijakan tersebut, yang mana komponen dan bahan bakunya sebagian besar diharapkan dapat dipasok dari dalam negeri.
“Ini adalah bagian dari strategi besar kita untuk tidak lagi hanya menjadi pengekspor bahan mentah. Kita harus olah kekayaan alam kita sendiri, di tanah air kita sendiri, untuk kemakmuran rakyat kita sendiri,” tegas Presiden Prabowo, mengulang komitmen yang sering disampaikannya. Langkah ini diharapkan dapat menarik lebih banyak investasi di sektor manufaktur dan teknologi, serta mendorong transfer pengetahuan dan keahlian.
Untuk mendukung ambisi ini, pemerintah terus berupaya menciptakan iklim investasi yang kondusif, termasuk melalui insentif fiskal dan penyederhanaan regulasi. Harapannya, langkah-langkah ini dapat mempercepat pertumbuhan industri manufaktur dan menjadikan Indonesia sebagai basis produksi global yang signifikan di berbagai sektor, termasuk kendaraan listrik. Kementerian Perindustrian sebelumnya juga telah menargetkan peningkatan produksi kendaraan listrik nasional sebagai bagian dari peta jalan industri 4.0.
Keseluruhan visi “Rising Giant” yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto menggarisbawahi tekad pemerintah untuk membawa Indonesia menjadi kekuatan ekonomi global yang mandiri dan berdaya saing tinggi, dengan fokus pada industrialisasi, inovasi, dan pemanfaatan sumber daya secara berkelanjutan.
