Samarinda—Kota Samarinda kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional, meraih penghargaan sebagai Juara 1 dalam kategori Creative Financing dan Pengendalian Inflasi. Apresiasi tersebut diberikan dalam ajang bergengsi Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026, sebuah pengakuan atas inovasi dan kinerja luar biasa pemerintah kota dalam mengelola keuangan serta menjaga stabilitas harga.
Wali Kota Samarinda, Andi Harun, menyambut penghargaan ini dengan penuh rasa syukur namun juga mengingatkan tentang pentingnya kehati-hatian dalam merumuskan kebijakan ekonomi. Beliau menegaskan bahwa pemerintah kota tidak akan sembarangan atau “serampangan” dalam menerapkan kebijakan demi meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Kita tidak bisa serampangan menerapkan kebijakan untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Mencari cara dan fokus memperkuat sumber pendapatan dari internal,” ujar Andi Harun, menggarisbawahi komitmen pemerintahannya untuk pendekatan yang terukur dan berkelanjutan.
Inovasi Pembiayaan Kreatif dan Dampaknya
Penghargaan Creative Financing yang diterima Samarinda menunjukkan keberhasilan pemerintah kota dalam menemukan solusi inovatif untuk pendanaan pembangunan daerah. Ini bisa mencakup berbagai skema, mulai dari optimalisasi aset daerah, kerja sama dengan pihak swasta dalam skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU), hingga pemanfaatan teknologi untuk efisiensi pengumpulan pendapatan dan pengelolaan belanja. Inovasi semacam ini esensial untuk memastikan proyek-proyek vital dapat terus berjalan meskipun dengan keterbatasan anggaran tradisional.
Keberhasilan dalam kategori ini tidak hanya mencerminkan kepiawaian dalam mengelola fiskal, tetapi juga kemampuan untuk menarik investasi dan menciptakan ekosistem ekonomi yang lebih dinamis. Pendekatan kreatif ini membantu Samarinda mengurangi ketergantungan pada dana transfer dari pusat dan memberikan ruang fiskal yang lebih besar untuk program-program pro-rakyat.
Strategi Pengendalian Inflasi yang Efektif
Selain pembiayaan, keberhasilan Samarinda dalam pengendalian inflasi adalah indikator penting stabilitas ekonomi makro di tingkat lokal. Inflasi yang terkontrol berarti harga-harga barang kebutuhan pokok tetap stabil, daya beli masyarakat terjaga, dan iklim usaha kondusif. Strategi pengendalian inflasi yang efektif biasanya melibatkan:
- Stabilisasi pasokan dan harga pangan melalui kerja sama antardaerah.
- Monitoring pasar yang ketat untuk mencegah praktik penimbunan dan spekulasi.
- Optimalisasi jalur distribusi untuk meminimalkan biaya logistik.
- Program subsidi atau bantuan sosial yang tepat sasaran untuk meringankan beban masyarakat.
Keberhasilan ini sangat krusial, terutama di tengah tantangan ekonomi global dan nasional yang fluktuatif. Dengan inflasi yang terkendali, masyarakat Samarinda dapat merasakan langsung manfaat dari pembangunan yang berkelanjutan.
Membangun Pondasi PAD dari Internal yang Berkelanjutan
Pernyataan Wali Kota Andi Harun yang menekankan penguatan sumber pendapatan dari internal merupakan pilar penting dalam mencapai kemandirian fiskal daerah. Pendekatan ini menghindari jalan pintas seperti menaikkan pajak atau retribusi secara drastis yang bisa memberatkan masyarakat dan dunia usaha, atau bahkan menciptakan disinsentif investasi. Sebaliknya, fokus pada internal berarti:
- Optimalisasi Pajak dan Retribusi Eksisting: Memperbaiki sistem pengumpulan, memperluas basis wajib pajak/retribusi secara adil, dan meningkatkan kepatuhan melalui digitalisasi.
- Pemanfaatan Aset Daerah: Mengembangkan dan mengelola aset-aset milik pemerintah kota (seperti lahan, gedung, pasar, atau fasilitas publik) agar lebih produktif dan menghasilkan pendapatan.
- Efisiensi dan Inovasi Pelayanan: Meningkatkan kualitas pelayanan publik akan mendorong partisipasi masyarakat dalam memenuhi kewajiban pajaknya, serta menciptakan ekosistem yang menarik bagi investasi lokal.
- Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Lokal: Dengan menciptakan iklim usaha yang kondusif, UMKM dapat berkembang, menciptakan lapangan kerja, dan pada gilirannya meningkatkan potensi pajak daerah.
Pentingnya pendekatan ini juga telah disoroti secara nasional. Kementerian Keuangan RI, melalui Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan, secara rutin mendorong pemerintah daerah untuk meningkatkan kapasitas fiskal melalui optimalisasi PAD yang berkeadilan dan berkelanjutan. Informasi lebih lanjut mengenai kebijakan fiskal daerah dapat diakses melalui situs resmi Kementerian Keuangan.
Visi Jangka Panjang dan Tantangan ke Depan
Pencapaian ini bukan hanya tentang penghargaan, melainkan juga tentang komitmen terhadap pembangunan jangka panjang. Strategi hati-hati dan fokus pada internal menunjukkan visi kepemimpinan yang berorientasi pada stabilitas dan pertumbuhan yang inklusif. Dengan pondasi PAD yang kuat dari internal dan inflasi yang terkendali, Samarinda akan lebih tangguh menghadapi berbagai gejolak ekonomi di masa depan.
Sebelumnya, komitmen serupa juga telah ditegaskan Wali Kota Andi Harun dalam agenda ‘Samarinda Maju dan Sejahtera’ tahun lalu, di mana fokus pada optimalisasi potensi lokal menjadi pilar utama pembangunan. Keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain untuk mengembangkan kebijakan fiskal yang inovatif, berhati-hati, dan berpihak pada kesejahteraan rakyat.
Tentu saja, tantangan akan selalu ada. Oleh karena itu, konsistensi dalam implementasi kebijakan, inovasi berkelanjutan, dan partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat akan menjadi kunci untuk mempertahankan dan meningkatkan prestasi yang telah diraih Samarinda.
